Pangkalpinang— Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Perangkat Lunak pada Sistem Informasi Geografis sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan Oleh Universitas Bangka Belitung yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (31/08/2026).
Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hutriadi, S.Si, M.Sc menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang semakin kompleks.
“Kami dari DLHK sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini karena memang sangat penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan saat ini. Tantangan lingkungan ke depan semakin berat, sehingga apabila kita hanya menggunakan cara-cara konvensional, tentu hasilnya belum dapat dilakukan secara signifikan,” ujar Hutriadi.
Menurutnya, pemanfaatan Sistem Informasi Geografis menjadi salah satu instrumen penting karena mampu memberikan gambaran kondisi lingkungan secara lebih luas dan komprehensif. Selama ini, peninjauan kondisi lingkungan secara manual dengan mendatangi langsung lokasi di lapangan memiliki keterbatasan dari sisi cakupan wilayah.
“Kalau kita melakukan peninjauan secara manual, kita hanya bisa melihat kondisi di lokasi tertentu. Dengan adanya Sistem Informasi Geografis, kita dapat melihat kondisi secara lebih luas. Bahkan dengan memanfaatkan informasi dari satelit, kita bisa memperoleh data dari berbagai wilayah,” jelasnya.
Hutriadi menambahkan, pemanfaatan teknologi geospasial tidak hanya diperlukan untuk melihat kondisi lingkungan, tetapi juga memiliki peran penting dalam seluruh tahapan pengelolaan lingkungan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pengelolaan hingga evaluasi.
Ia menilai pengembangan teknologi dan pendekatan berbasis data perlu terus dilakukan seiring dengan meningkatnya tantangan lingkungan. Pengelolaan lingkungan harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran dan efektif.
“Pengelolaan lingkungan, khususnya dari sisi ekologi, harus terus dikembangkan dan semakin maju. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi seperti Sistem Informasi Geografis menjadi sangat penting,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Hutriadi berharap para peserta dapat memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis sehingga dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan DLHK.
“Kami berharap narasumber dapat memberikan pemahaman kepada kawan-kawan sehingga benar-benar paham dan mampu menggunakannya. Mudah-mudahan pelatihan ini tidak berhenti di tingkat dasar saja, tetapi dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih mahir,” harapnya.
“Harapan kami, perlindungan lingkungan hidup semakin kuat dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” pungkas Hutriadi.