Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan rapat Diseminasi Optimalisasi Kajian D3TLH dalam mewujudkan Bbel Berdaya yang dipimpin oleh Sekretaris DLHK Babel, Deki Susanto, S.T,M.T di Ruang Rapat DLHK Babel, Senin (29/06/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Proyek Kepemimpinan Aksi (PKA) Kepala Bidang Tata Lingkungan, Melalui kegiatan ini, DLHK mendorong optimalisasi pemanfaatan kajian D3TLH sebagai dasar pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berbasis data.
Sekretaris DLHK Babel, Deki Susanto, menegaskan bahwa inovasi berbasis data sangat diperlukan dalam mendukung tata kelola lingkungan yang lebih efektif, cepat, dan akurat. Menurutnya, penyusunan database menjadi fondasi utama dalam pengembangan inovasi aplikasi yang dapat membantu penyelesaian pekerjaan sehari-hari.
“Inovasi ini sangat diperlukan. Persoalan utama kita sejak awal adalah bagaimana menyusun database yang baik sebagai dasar pengembangan aplikasi dan sistem kerja. Dengan aplikasi yang terintegrasi, pekerjaan akan lebih mudah dan cepat diselesaikan,” ujar Deki.
Ia menjelaskan, berbagai persoalan kerusakan lingkungan, baik yang terjadi secara legal maupun ilegal, berdampak langsung terhadap kondisi alam dan perubahan wilayah pada peta. Di sisi lain, keterbatasan pengawasan pada wilayah yang luas sering menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Namun melalui pemanfaatan teknologi digital dan data spasial, kondisi lingkungan dapat dipantau secara lebih mudah dan real time.
“Sekarang cukup bermodalkan handphone dan internet, kita bisa melihat langsung kondisi alam di Bangka Belitung. Ini harus dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Deki juga menyebutkan, ke depan Geoportal Babel Berdaya diharapkan mampu menjadi pusat satu data (database) DLHK Babel, termasuk mendukung pemetaan kebakaran hutan dan lahan serta berbagai kebutuhan pengambilan keputusan berbasis data.
“Apapun sekarang harus berbasis data yang real dan akurat. Ini nantinya menjadi andalan kita dalam setiap rapat dan pengambilan kebijakan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Babel, Edwin Setyadi, mengatakan Geoportal Babel Berdaya hadir sebagai platform integratif yang memudahkan berbagai sektor dalam mengakses data spasial lingkungan.
Menurut Edwin, selama ini tata kelola lingkungan masih menghadapi kendala karena sistem manual yang terpisah dan lambat, sehingga dibutuhkan instrumen yang mampu menyatukan seluruh informasi dalam satu platform.
“Kita membutuhkan satu platform integratif dengan satu kebenaran data spasial. Ini penting untuk menjawab tantangan kerusakan lingkungan dan memperkuat tata kelola berbasis data,” jelas Edwin.