PANGKALPINANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong peningkatan peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta kader Posyandu dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan air limbah domestik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Kepala Bidang Tata Lingkungan, Edwin Setiady, dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Keluarga dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Sampah Rumah Tangga di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (29/10/2026).
Dalam sambutannya, Edwin menyampaikan apresiasi kepada para kader PKK dan Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pemberdayaan keluarga serta berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan menjaga lingkungan perlu dimulai dari rumah, antara lain melalui pemilahan dan pengelolaan sampah, pemeliharaan kebersihan saluran pembuangan, serta pengelolaan air limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.
Menurutnya, sampah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran, menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit, serta mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Begitu pula air limbah domestik dari aktivitas mandi, mencuci, dan kegiatan rumah tangga lainnya yang berpotensi mencemari tanah maupun sumber air apabila tidak dikelola secara tepat.
“Pengelolaan sampah dan air limbah domestik bukan semata-mata persoalan kebersihan, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan keluarga, menciptakan lingkungan permukiman yang layak, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui workshop ini, para kader PKK dan Posyandu diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik mengenai pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan timbulan sampah, pemanfaatan sampah yang masih bernilai guna, serta pengelolaan air limbah domestik yang aman sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Lebih lanjut, Edwin berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang nyata di tengah keluarga dan masyarakat. Para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui edukasi, keteladanan, dan penggerakan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dinilai memiliki keterkaitan dengan penguatan penyelenggaraan pelayanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Posyandu tidak hanya berperan sebagai wadah pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan dasar.
Dalam konteks tersebut, pengelolaan sampah dan air limbah domestik yang baik menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Oleh karena itu, sinergi antara TP PKK, kader Posyandu, pemerintah daerah, dan perangkat daerah terkait perlu terus diperkuat agar edukasi lingkungan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjangkau keluarga hingga tingkat desa dan kelurahan.
Melalui kegiatan ini, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk memulai langkah sederhana dari rumah, seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan saluran air, serta tidak membuang air limbah rumah tangga secara sembarangan.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, upaya pengelolaan sampah dan air limbah domestik diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.