PANGKALPINANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amransyah Muslimin, S.T., M.T., membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluh Kehutanan Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (28/10/2026).

Dalam sambutannya, Amransyah menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan para peserta menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas penyuluhan serta pendampingan masyarakat di bidang kehutanan.

Ia menegaskan bahwa penyuluh kehutanan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Selain menyampaikan informasi dan pengetahuan, penyuluh juga berperan sebagai penggerak perubahan, fasilitator, motivator, serta penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di tingkat tapak.

Pembangunan kehutanan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menjaga kelestarian hutan, meningkatkan kesadaran masyarakat, mengembangkan potensi hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan, hingga memperkuat usaha masyarakat melalui program Perhutanan Sosial.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Penyuluh Kehutanan Aparatur Sipil Negara (ASN), Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), dan Pendamping Perhutanan Sosial memiliki peran yang saling melengkapi.

Penyuluh Kehutanan ASN diharapkan mampu menjalankan fungsi pembinaan, penyebarluasan informasi, fasilitasi, dan pemberdayaan masyarakat secara profesional. Sementara itu, PKSM berperan dalam menggerakkan masyarakat melalui kedekatan sosial dan pengalaman di lingkungan komunitasnya. Adapun Pendamping Perhutanan Sosial berperan mendampingi kelompok masyarakat dalam memperkuat kelembagaan, menyusun rencana kerja, serta mengembangkan usaha berbasis potensi hutan secara lestari.

Oleh karena itu, Amransyah menekankan pentingnya membangun sinergi dan koordinasi di antara seluruh unsur tersebut agar pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan kehutanan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga berharap pelaksanaan bimbingan teknis secara virtual dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas komunikasi, berbagi pengetahuan, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring kerja tanpa dibatasi jarak dan wilayah.

Dalam arahannya, terdapat lima hal utama yang menjadi perhatian peserta, yaitu peningkatan kompetensi dan profesionalisme, penguatan pendampingan yang berorientasi pada hasil, pembangunan kolaborasi dan komunikasi yang efektif, pengembangan Perhutanan Sosial yang produktif dan lestari, serta penerapan hasil bimbingan teknis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan penyuluhan tidak hanya diukur dari jumlah pertemuan atau kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat, peningkatan kapasitas kelompok, terjaganya kelestarian hutan, serta berkembangnya usaha masyarakat secara berkelanjutan.

Koordinasi antara penyuluh ASN, PKSM, Pendamping Perhutanan Sosial, KPHP/KPHL, pemerintah desa, kelompok tani hutan, dan para pemangku kepentingan lainnya juga perlu terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat dan tepat.

Selain itu, masyarakat perlu didorong agar mampu mengembangkan usaha Perhutanan Sosial secara mandiri, memperkuat kelembagaan kelompok, dan meningkatkan nilai tambah dari potensi hutan dengan tetap memperhatikan fungsi ekologisnya.

Momentum Hari Sumpah Pemuda Perkuat Semangat Kolaborasi

Pelaksanaan kegiatan pada 28 Oktober 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya persatuan, kebersamaan, dan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Amransyah mengajak seluruh penyuluh kehutanan dan pendamping Perhutanan Sosial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan dalam memperkuat pengabdian dan kolaborasi di bidang kehutanan.

Perbedaan latar belakang, status, dan wilayah kerja hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama, melainkan menjadi kekuatan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan semangat pengabdian, serta melaksanakan tugas secara tulus dan profesional. Upaya yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama di tingkat tapak diyakini dapat memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluh Kehutanan Tahun 2026 ini, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap kapasitas para penyuluh dan pendamping semakin meningkat, koordinasi antarpemangku kepentingan semakin kuat, serta pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan Perhutanan Sosial semakin optimal dalam mendukung pembangunan kehutanan yang berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.