PANGKALPINANG – Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elius Gani, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Kick Off dan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026–2029 di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Senin (26/10/2026).
Dalam sambutannya, Elius Gani menyampaikan bahwa keanekaragaman hayati merupakan modal dasar pembangunan yang memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi. Oleh karena itu, kekayaan keanekaragaman hayati perlu dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang tersebar pada ekosistem daratan, pesisir, dan laut, sebagaimana tergambarkan dalam Profil Keanekaragaman Hayati Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tekanan, antara lain perubahan penggunaan lahan, eksploitasi sumber daya alam, pencemaran, perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, serta ancaman spesies invasif.
Menurutnya, penyusunan dokumen RIP Kehati menjadi langkah penting untuk menyediakan pedoman bersama dalam menentukan arah kebijakan, menetapkan prioritas perlindungan, serta merumuskan strategi pengelolaan lingkungan secara terintegrasi.
Elius Gani juga menekankan empat hal utama yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan dokumen tersebut, yaitu penggunaan data dan informasi yang akurat, penguatan sinergi lintas sektor, penghormatan terhadap karakteristik dan kearifan lokal, serta keterpaduan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Keempat aspek tersebut diharapkan menjadi landasan agar dokumen RIP Kehati tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang terukur, realistis, serta sesuai dengan kewenangan dan kemampuan keuangan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Elius Gani menyampaikan apresiasi kepada Konsorsium Proyek Solusi yang terdiri atas GIZ, Landscape Alliance, SNV, dan Yayasan KEHATI Indonesia, serta Tim Pusat Studi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Palembang atas dukungan dan kemitraan dalam proses penyusunan dokumen RIP Kehati Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga menghasilkan rencana pengelolaan keanekaragaman hayati yang komprehensif dan implementatif.
Melalui penyusunan RIP Kehati Tahun 2026–2029, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diharapkan memiliki arah pengelolaan keanekaragaman hayati yang terencana dan berkelanjutan, sekaligus mampu melindungi kekayaan ekosistem daerah serta mendukung keberlanjutan penghidupan dan kesejahteraan masyarakat.