Desa Air Anyir — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Pelatihan Pengembangan Usaha Jasa Wisata Alam pada Selasa (22/09/2026), bertempat di HKm Dusun Air Anyir, Desa Air Anyir.
Kegiatan ini bertujuan membekali para pengelola perhutanan sosial dengan pengetahuan, keterampilan manajerial, serta tata kelola yang baik dalam mengembangkan potensi jasa lingkungan, khususnya ekowisata dan wisata alam.
Kepala Dinas LHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amransyah Muslimin, S.T., M.T., menyampaikan bahwa program perhutanan sosial tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.
“Program perhutanan sosial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan kita, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Amransyah.
Menurutnya, salah satu potensi yang masih dapat dikembangkan secara optimal di wilayah kerja perhutanan sosial, khususnya pada kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR), adalah pemanfaatan jasa lingkungan, terutama melalui pengembangan wisata alam.
Melalui pelatihan ini, para pengelola diharapkan mampu melihat potensi kawasan secara lebih luas, sekaligus mengembangkan usaha wisata alam yang tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, tata kelola, pelayanan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut didukung melalui pendanaan proyek RBP REDD+ GCF dan fasilitasi dari Yayasan Sahabat Cipta.
Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) perhutanan sosial serta para pendamping lapangan dari sejumlah unit kelompok perhutanan sosial, yaitu HKm Dusun Air Anyir, HKm Tanjung Karang Lestari, HKm Mutiara Timur, HTR Plasma Nutfah, HKm Taman Teluk Bougenville, HKm Pesona Bukit Tanjung Ratu, HKm Rebo Hijau Mandiri, HKm Hijau Bumi Babel, HKm Wanamina, dan HKm Surya Jaya.
Sebagai narasumber, kegiatan menghadirkan Dr. Ir. Diah Zuhrianah, M.Pd. dari BP2SDM Bogor, yang memberikan materi dan penguatan kapasitas terkait pengembangan usaha jasa wisata alam.
Dengan adanya kegiatan ini, DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong agar potensi wisata alam di kawasan perhutanan sosial dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Pengembangan tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah kawasan, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
Melalui pengelolaan yang tepat, hutan tetap lestari, masyarakat sejahtera, dan potensi wisata alam dapat berkembang secara berkelanjutan.