MENJAGA BUMI INVESTASI AKHIRAT

MENJAGA BUMI INVESTASI AKHIRAT

Oleh : Darman Suriah, S.Hut

Penyuluh Kehutanan Ahli Madya

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

Dikutip dari USA Today, tema Hari Bumi Tahun 2022 adalah "Invest in Our Planet" atau "Berinvestasi di Planet Kita". Tema Hari Bumi tahun 2022 tersebut diambil lantaran di tengah krisis iklim yang terus berkembang untuk itu diperlukan advokasi dan tindakan lingkungan sangat penting, yang semakin menggaris bawahi perlunya "Berinvestasi di Planet Kita".  Hal ini tidak terlepas dari informasi United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change menerbitkan sebuah laporan yang memperingatkan bahaya kenaikan suhu Bumi akibat pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius dapat menjadi di luar jangkauan jika pengurangan emisi yang signifikan di semua sektor tidak dilakukan.  Peringatan ini mengajak orang-orang untuk menunjukkan dukungannya terhadap aksi perlindungan lingkungan, untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari investasi di masa depan.

Berbicara Perubahan iklim, merupakan isu penting yang harus disadari oleh masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia terutama pembakaran bahan bakar fosil serta meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca termasuk karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida semakin meningkat sejak sekitar dua ratus tahun yang lalu, menurut Australian Academy of Science. Gas rumah kaca karbon merupakan gas yang menyerap dan memancarkan panas. Gas ini memerangkap panas dan meningkatkan suhu rata-rata Bumi sehingga disebut efek rumah kaca. Menurut Komisi Eropa, faktor utama pendorong perubahan iklim adalah efek rumah kaca dari aktivitas manusia.

Secara Pengertian Perubahan Iklim terdapat sejumlah pengertian perubahan iklim yang dapat dipahami, seperti Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung, oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan. Sedangkan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) mendefinisikan Perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah kompoisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada perioda waktu yang dapat diperbandingkan. Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang di antaranya, terdiri dari Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen, dan sebagainya.

PBB mengungkapkan sejumlah penyebab perubahan iklim seperti (1). Pembuatan energi. Energi listrik dan panas dihasilkan dengan membakar bahan bakar fosil, sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida dan dinitrogen oksida, yaitu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. (2). Penebangan hutan. Emisi gas rumah kaca timbul akibat penebangan hutan, karena pohon yang ditebang akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalamnya. Karena hutan menyerap karbon dioksida, penebangannya juga mengakibatkan berkurangnya penyerapan emisi gas rumah kaca. (3). Penggunaan transportasi. Bahan bakar fosil sebagai sumber energi kendaraan menyebabkan perubahan iklim karena emisi gas karbon dioksida. Dan (4). Pemakaian berlebihan. Penggunaan barang elektronik, berpergian, dan jumlah makanan yang dikonsumsi berkontribusi pada emisi gas rumah kaca.

Menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dampak perubahan iklim tersebut seperti (1). Perubahan iklim meningkatkan siklus air. Hal ini menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi dan banjir di beberapa daerah, sementara daerah lain mengalami kekeringan ekstrem. (2). Perubahan iklim mempengaruhi pola curah hujan. Di lintang tinggi, curah hujan cenderung meningkat, namun diproyeksikan menurun di sebagian besar daerah subtropis. Perubahan curah hujan monsun juga terjadi dan akan bervariasi menurut wilayah. Daerah pesisir akan terus mengalami kenaikan permukaan laut sepanjang abad ke-21. Akibatnya, banjir pesisir lebih sering terjadi dan lebih parah di daerah dataran rendah dan erosi pantai. (3). Peningkatan suhu bumi mempercepat pencairan lapisan es, sehingga lapisan salju musiman menghilang, gletser dan lapisan es mencair, dan hilangnya es di laut Arktik saat musim panas. (4). Perubahan iklim pada lautan mengakibatkan gelombang panas laut yang lebih sering, pengasaman laut, dan penurunan kadar oksigen. Perubahan ini mempengaruhi ekosistem laut dan orang-orang yang bergantung padanya. Dan (5). Untuk kota-kota, beberapa aspek perubahan iklim dapat dilihat dari meningkatnya temperatur karena daerah perkotaan biasanya lebih hangat dari sekitarnya. Perubahan iklim juga mengakibatkan banjir dari peristiwa curah hujan yang tinggi dan kenaikan permukaan laut di kota-kota pesisir.

Lalu bagaimana kontribusi kita untuk ikut mengatasi perubahan iklim tersebut, menurut PBB salah satu solusi ikut mengatsi perubahan iklim yaitu melakukan penanaman pohon hal ini tidak terlepas banyak sekali fungsi pohon seperti  (1). Menghasilkan Oksigen dan Mengurangi Karbondioksida. Oksigen adalah gas yang diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas. Sementara pohon, memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis yang menghasilkan gas oksigen dan gula. Di saat bersamaan atau saat fotosintesis berlangsung, tanaman menghisap gas karbondioksida. Gas karbondioksida adalah gas yang sangat beracun. Bila dalam jumlah yang berlebihan, akan menimbulkan efek rumah kaca. Berdasarkan penelitian, setiap 1 hektar hutan tropis dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton O2. Bahkan ada yang menyampaikan satu batang pohon dapat menghasilkan Oksigen (O2) sebanyak 1/2 Kg/Hari/Pohon;  (2). Menahan Laju Air dan Erosi Menurut penelitian, hutan mampu membuat lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah 60-80 persen. Dengan kemampuan ini, keberadaan pohon dapat meningkatkan cadangan air tanah. Selain dapat menahan laju air, akar pohon berfungsi erosi tanah. Tanah yang terkikis akan masuk ke aliran sungai dan menyebabkan terjadinya endapan. Dan (3). Menjaga Kesuburan Tanah. Air hujan yang langsung jatuh ke tanah dapat menyebabkan lapisan tanah bagian atas yang berhumus dan subur menjadi tergerus sehingga mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah. Bila permukaan tanah banyak ditanami pohon, saat hujan turun, butir-butir airnya tidak langsung menimpa permukaan tanah, tetapi ditahan oleh daun, ranting, dan batang pohon, sehingga mengurangi gaya gerus air terhadap tanah.

Fakta lainnnya digambarkan oleh Allah SWT dalam firmannnya “telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan perbuatan tangan manusia, Allah SWT menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar), ini menunjukan perilaku menusialah sesungguhnya yang melakukan perusakan di bumi" (QS. Rum ayat 41), selanjutnya dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang sholeh.” (HR Muslim). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu agama, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang mati) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mushaf Al-Qur’an, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah dia wafat.” (HR Baihaqi).

Salah satu contoh amal Amal Jariyah yang Pahalanya Mengalir Terus yaitu Menanam Pohon atau Tumbuhan Lain. Para ulama terdahulu juga menekankan akan hal ini. Dengan menanam pohon, kita akan membuat bumi menjadi hijau. Pohon yang kita tanam dan rawat itu akan sangat berguna bagi makhluk bumi, baik manusia atau hewan. Misalnya, bagi manusia, pohon dapat menjadi tempat berteduh, penghasil oksigen, buahnya dapat dikonsumsi, batangnya dapat diolah, dan sebagainya. Bagi hewan pun, pohon bisa saja menjadi rumah dan sumber makanan mereka, di mana pahala tersebut tidak akan terputus hingga hari kiamat. Sebagaimana dalam sebuah riwayat dari Sahabat Jabir, ketika Rasulullah SAW memasuki kebun Ummu Ma’bad, ia berkata, “Wahau Ummu Ma’bad, siapakah yang menanam kurma ini? muslim atau kafir?” Ummu Ma’bad pun menjawab, “Muslim.” Lalu Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu memakannya baik manusia atau keledai atau burung kecuali akan menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat.” (HR. Muslim).

Di sisi Allah, pohon tersebut menjadi pahala yang bernilai sedekah jariyah, atas siapa saja yang mengambil manfaat dari tanaman tersebut meski burung atau binatang liar, atau pencuri mencuri buah dari pohon itu. Sedekah itu menjadi sedekah yang pahalanya tidak akan putus hingga hari kiamat, selama ada makhluk hidup yang mendapatkan manfaat dari pohon atau tanaman tersebut. Kita tahu, satu pohon memiliki kemampuan menyerap polusi mobil dalam satu tahun. Maka meski tidak berbuah ia akan tetap menjadi amal jariyah bagi yang menanamnya, pahala karena telah membantu mengurangi polusi udara yang bisa menyebabkan penyakit pernapasan. Karena itu, Yusuf Qardhawi menyebutkan bahwa para ulama salaf menganggap bahwa menanam pohon atau tanaman merupakan pekerjaan yang paling utama dan mulia karena besarnya pahala yang tanpa disadari pemiliknya akan mengalir padanya hingga hari kiamat.

Maka dari itu, banyak pula riwayat senada tentang anjuran menanam pohon atau tanaman dalam hadis Nabi Saw lainnya. Yang  Artinya: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari & Ahmad).

Menurut Yusuf Qardhawi, hadis ini menunjukkan betapa mulianya seseorang yang mendedikasikan waktunya untuk menanam dan merawat tanaman. Sebab dengan menanam berarti ia telah turut andil dalam merawat keberlangsungan hidup manusia. Sekalipun dalam jangka pendek tidak terasa manfaatnya bagi kita, tapi manfaat pohon tersebut pasti akan sangat terasa bagi generasi setelah kita. 

# AYO TANAM POHON, UNTUK MENJAGA BUMI DAN INVESTASI AKHIRAT #

Penulis: 
Darman Suriah, S.Hut
Sumber: 
DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung